[Trans] Cerita Dibalik Dua Lagu Jepang pada Album “Tree” yang Ditulis oleh Katsuhiko Yamamoto

Baru-baru ini, saya telah memberikan kontribusi pada produksi album baru TVXQ , ” Tree “. Sebenarnya saya menulis mengomposisi dua lagu , ” I love you ” dan ” Ai wo Motto ( Lebih Cinta, red ) ” .

Cerita dalam lirik dari dua lagu tersebut, saya ingin para pendengar untuk mengambil dengan cara mereka sendiri tetapi saya menulis dari sudut pandang TVXQ. Tapi saya juga masukkan sedikit dari perasaan pribadi saya di dalamnya .

Beberapa waktu lalu, saya menerima surat dari salah satu pendengar lagu ” Shiawase Iro no Hana (Bunga kebahagiaan, red) ” . Menurut surat itu , orang tersebut mengalami masalah keluarga, yang menyebabkan dia menderita depresi dan dia kehilangan semua nya, perasaan dan emosinya. Sementara dia berada dalam situasi di mana ia mencoba bunuh diri, kemudian dia mendengarkan lagu ini dan dia mampu untuk mulai melihat ke depan dan emosinya kembali stabil. Dia menulis surat ini untuk mengucapkan terima kasih dan sekarang dia mampu memulai kembali hidupnya .

Screen Shot 2014-03-04 at 18.46.37

Lagu ini sebenarnya ditulis tepat setelah gempa ( pada Maret 2011 ) dan saya bertanya-tanya apakah saya bisa membantu orang atau setidaknya menghibur mereka dengan kekuatan musik. Meskipun beberapa saat setelah bencana, saya tidak dalam situasi yang baik untuk bisa menulis lagu tapi saya menulis lagu, berharap bahwa hal itu akan disimpan dalam hati banyak orang .

Itu sebabnya lagu yang saya buat itu dinyanyikan oleh TVXQ dengan harapan semua orang mendengarkan lagu ini , mendorong semangat orang, saya tidak akan lebih dari bahagia daripada ini.

Hampir 3 tahun berlalu tapi itu hanya 3 tahun.

Jika memungkinkan , jika lagu-lagu saya buat bisa memberikan harapan dan cahaya untuk seseorang, saya berharap bahwa itu akan mencapai ke seseorang yang membutuhkan bantuan .

Semoga lagu mencapai hati mereka !

Untuk lagu , ” I love you “, saya ingin membuatnya sesederhana mungkin. Sehingga bahkan dinyanyikan dibuat oleh dua orang bisa didengar dengan jelas, kami merekam lagu sepenuhnya dengan live, tanpa pemrograman dan autotune. Bahkan instrumen , kami hanya menggunakan suara sedikit pun yang bisa diambil oleh mikrofon .

Kami menggunakan mikrofon yang sangat halus yang bahkan bisa menangkap suara tangan bergerak memainkan alat pernapasan dan beberapa suara yang terdengar lembut.

Instrumen yang digunakan untuk merekam lagu-lagu adalah piano sederhana, gitar, cello, kuartet , dan string ensemble yang dimainkan oleh 22 orang.

 

source: Katsuhiko Yamamoto’s official blog

credit: WBC

Indotrans &shared by redlightstick.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s